Saturday, November 14, 2009

Chimera


Tau ga hahaha tadi di les saya belajar tentang hereditas, terus gurunya bilang coba di Google searching Chimera. ini saya copasss deh.

Mungkin sebagian besar dari kita masih sangat percaya akan cerita-cerita mitos atau legenda. Dari sekian banyak legenda yang ada, Chimera. Chimera merupakan salah satu yang sangat menarik untuk disimak. Alkisah pada jaman dahulu, hidup dalam mitos Yunani kuno; suatu makhluk yang digambarkan sebagai seekor monster yang menyemburkan api dari mulutnya, dan memiliki tubuh yang terdiri dari kepala seekor singa, badan seekor kambing dan ekor seekor naga.

Sementara dalam dunia kedokteran, Chimera merupakan fenomena langka. Definisi Chimera adalah individu yang memiliki lebih dari satu set populasi DNA yang berbeda satu sama lainnya dan berasal dari zygote yang berbeda.1 Manusia pada umumnya hanya memiliki satu set populasi DNA; pada manusia Chimera terdapat “dua atau lebih individu” di dalam tubuhnya pada bagian tubuh yang berbeda. Bagaimana fenomena ini bisa terjadi? Dan secepat apa kita harus berlari menghindar bila kita melihatnya?

Kelainan Genetik

Secara garis besar, keanehan genetik ini bisa digolongkan menjadi dua; Mosaic dan Chimera. Fenomena ini sudah dikenal sejak tahun 1980, yang dijelaskan oleh de Grouchy bahwa Chimera adalah hasil dari gabungan dua zygote (hasil pembuahan dari dua sperma dan dua sel telur yang berbeda) menjadi satu embrio, sedangkan Mosaic adalah hasil dari kesalahan yang terjadi pada fase mitosis (post-zygotic) dalam satu embrio.2

Fenomena seperti Mosaic ini akan lebih mudah bila kita amati dari sisi klinisnya; Mosaic akan tampak pada penderita Turner’s Syndrome (X chromosome monosomy; dengan fraksi 46XX/45X). Contoh lainnya adalah penderita Klinefelter’s Syndrome (chromosome trisomies; dengan fraksi 46XY/47XXY) dan penderita Down’s Syndrome (chromosome 21 trisomies; dengan fraksi 46XX/47XX, +21).

Sementara fenomena Chimera akan sangat sulit kita lihat, kecuali terdapat kelainan yang sangat mencolok seperti hermaphrodite (individu berjenis kelamin ganda).

Antara Fiksi dan Sains

Keunikan fenomena Chimera juga menarik bagi para penulis cerita fiksi, film dan serial TV. Stephan Gallagher menulis novel “Chimera” yang menceritakan pembuatan spesies manusia baru, yang merupakan persilangan genetik antara manusia dan kera. Michael Crichton menulis novel berjudul “Next” yang bercerita tentang dunia genetic research serta penelitian tentang Chimera in vitro dan in vivo (catatan: Michael Crichton adalah seorang dokter, penulis novel Jurrasic Park dan penulis naskah serial TV Emergency Room, ER). Fenomena Chimera juga diabadikan sebagai nama virus dalam film yang dibintangi Tom Cruise, Mission: Impossible II. Beberapa serial TV juga mengekspos tentang Chimera, diantaranya: Star Trek: Deep Space Nine (season 7; episode DS9), The X-files: Chimera (season 7; 2002), medical drama House: Cane and Able (Season 3, episode 2) dan juga di CSI Vegas (Crime Scene Investigation): Bloodlines (season 4, episode 25).

Phenomena dari Kesalahan dalam Proses Pembuahan

Manusia Chimera berawal dari kehamilan anak kembar, yang pada fase pembentukan embrio berakhir dengan menyatunya dua embrio tadi menjadi satu embrio saja, dengan mekanisme yang belum diketahui. Bila embrio anak kembar ini sama jenis kelaminnya maka akan terjadi true human Chimera. Dilain pihak, bila embrio anak kembar ini berbeda jenis kelaminnya akan kita dapatkan hermaphrodite human Chimera.

Manusia Chimera ditemukan 30 kali dalam sejarah yang tercatat di jurnal kedokteran. Dari 30 kelahirannya kebanyakan mati saat lahir (stillborn) atau pada usia yang sangat muda. Saat ini hanya empat manusia chimera yang masih hidup dengan masalah medis. Penegakan diagnosis untuk Chimera ini memang masih sangat sulit dan membutuhkan tehnologi medis terbaru serta menjadi tantangan bagi praktisi di bidang genetik. Namun demikian, setelah mengetahui apa itu manusia chimera, tentunya kita tidak perlu ambil langkah seribu bila bertemu dengan salah satu di antaranya.

0 comments:

Post a Comment